Iterasi-1 2022

By Khata S. Fluorida - Februari 05, 2022

Awalnya udah ada niatan nggak memperpanjang domain blog ini. Sibuk, gada inspirasi, adalah salah dua alasan yang selalu aku pertimbangkan kalau mau berhenti nulis disini. Tapi, proses menulis-memposting-membagikan itu kaya udah jadi obat penat di badanku. Meskipun nggak rutin, proses menulis-mempublikasikan-mempromosikan di platform blogger yang aku jalani dari SMP itu rasanya melekat kuat sekali. Kalau sudah terlaksana, efeknya bikin kepala plong, badan jadi ringan, panas dalam hilang, hahaha...

 


Yaudah, tulisan pertama di tahun 2022 ini yang ringan-ringan dulu. Pemanasan sebelum yang lebih berat lagi masuk.

Memang betul, rasanya menulis itu seperti membuat horcrux dengan cara yang lebih ahsan. Kalau bagiku, tulisanku ada yang punya ruh ada yang tidak. Aku sendiri bisa memilah mana tulisanku yang ada ruhnya dan yang sebenarnya kosong melompong. Kalau tulisan yang benar itu, bener-bener kaya menuangkan sebagian diri dalam media tertentu yang nggak akan pernah hilang. diriku di hari, jam, menit, detik ini akan abadi dalam satu tulisan. Kapan-kapan mungkin aku juga akan buat dengan media video, sepertinya lebih menarik (?)

Setahunan ini aku tetap menulis, bahkan tahun kemarin setidaknya sebulan sekali aku posting di blog ini, walaupun postingan itu akhirnya aku turunkan ke draf lagi karena nulisnya untuk menuhin target pribadi aja. Aku nulis juga di kertas, nulis beberapa artikel ilmiah walaupun masih berantakan, tapi tulisan-tulisan itu tidak ada ruhnya. Tulisan yang aku biarkan terpublikasi di blogku ini adalah tulisan-tulisan yang aku anggap memiliki ruh, walaupun kesimpulan belakangnya masih salah-salah. 

Ketika flasback baca konten-konten di sini, aku baru menyadari kalau perubahan mindsetku hanya dalam 2 tahun terakhir saja luar binasa. Ada pendapat-pendapat yang pernah aku tuliskan di blog ini, ternyata pikiranku tidak seperti itu lagi. 

Untuk meringkasnya : Apa yang aku pikir baik belum tentu baik, dan apa yang aku pikir buruk belum tentu buruk. Dunia semakin berumur semakin abu-abu. Ada banyak hal-hal diluar idealismeku yang harus aku lihat atau aku lakukan sendiri, dan ternyata itu adalah kebiasaan sebagian besar manusia di dunia.. dan aku baru aja sadarnya di umur segini.

Salah satu hal besar lain yang berubah padaku adalah caraku merespon orang-orang. Sekarang aku benar-benar serius ingin mengenal manusia, selain aku. Haha. terbaca aneh (?) tapi sepertinya sebelum ini memang aku tidak pernah benar-benar mencoba mengenal karakter-karakter manusia yang sekiranya tidak sefrekwensi denganku. Makanya setahun 2021 dan lanjut di tahun 2022 ketika aku benar-benar belajar mengenali manusia, responku jadi kaya anak kecil baru belajar merangkak. "hah ternyata gitu?" "lah ini bener? serius?" "hah kok gini?" banyak hah hah loh loh pelanga-pelongo jelek gitu. Tapi ya planga-plongo jelek kali ini aku ikhlaskan saja, karena yang namanya belajar pasti ada masa jeleknya. Semoga perlahan planga-plongo jelekku bisa bertumbuh jadi pemahaman yang semakin baik akan dunia yang misterius ini.

Aku juga sudah insaf dari dunia per alienan, karena ternyata berambisi menjadi alien itu tidak baik. Visiku untuk tahun 2022 ini adalah "kembali ke jalan yang lurus" bukan hanya berarti aku berharap jadi semakin alim. Visi itu adalah hasil perenunganku selama 2021, dimana aku menyadari jika selama ini jalanku belok-belok.. dengan kata lain aku tidak punya tujuan spesifik untuk diriku sendiri. jadi mudah gamang dan terdistraksi. Ibarat naik sepeda motor, aku bawanya ngebut, ugal-ugalan, tapi jalannya zigzag sampe melanggar parka jalan di jalan umum. Ya wajar aja kalau kemudian orang lain tidak nyaman, dan aku nggak sampai-sampai ke tujuan. 

Jadi, sekarang, aku mau berada di jalur yang moderat. Tidak kiri dan tidak kanan. Jalan yang benar dalam konteks tujuanku. Tulisan ini jadi saksi. Semoga kali ini aku tidak kesasar lagi. Ingin fokus juga memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, membetulkan yang telah dirusak, memaksimalkan apa yang potensial. Saat aku bilang memaksimalkan apa yang potensial, dua hal utama yang ada di pikiranku adalah caraku berkomunikasi dan perhatianku pada hal-hal kecil. Keduanya harus di improve dengan ekstra. Ya soalnya aku baru sadar juga, pantesan selama ini aku kurang bisa bersosialisasi, cara komunikasiku burik sekali. Harus direparasi besar-besaran agar tidak ngulah lagi. Maka saksikan juga, mungkin salah satu perubahannya bisa juga nanti ditelusuri di blog ini..

Oke, segini dulu tulisan pemanasannya. Sampai jumpa di iterasiku berikutnya!

 


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar