Opini

By Khata S. Fluorida - July 05, 2021

Tulisan-tulisan kedepan mungkin akan jadi lebih ringan dan terkesan lebih seperti curhatan daripada tulisan. Daripada tidak menulis sama sekali.


 

Belakangan ini aku ingin menulis lagi soalnya.

Tapi semenjak aku menyadari tentang dunia di sekitarku, aku jadi menyadari apa-apa yang aku unggah di media sosialku akan menjadi identitasku. Padahal aku, seperti menusia lainnya, akan selalu berubah sesuai dengan pemahaman dan pelajaran-pelajaran baru yang aku dapatkan dalam hidup. Aku terus merevisi apa yang salah dan menjadi lebih baik walaupun aku tidak akan pernah jadi 100% baik. Harapannya, pemahamanku makin lama akan jadi pemahaman yang benar lagi utuh.

Masalahnya, opini-opiniku, saat aku muda dulu sangat ekstrem. Bahkan tulisanku satu tahun yang lalu pun juga masih sangat berpihak. Aku menyadari opini-opini ekstremku yang sepertinya akan mengubah citraku di mata orang-orang di tahun ini. Aku sebenarnya bukan orang yang perduli dengan pikiran orang lain. Hanya aku menyadari, kalau aku mau jadi manusia yg baik dan bermanfaat, ada saatnya aku harus mempertimbangkan juga opini orang lain terhadapku. Karena tidak semua opini mereka salah juga.

Aku belakangan juga sering mendengar keraguanku bahkan hanya dari suaraku. Keraguan bergema dalam nada-nada tidak yakin dalam setiap kata-kata yang kulontarkan. Aku juga baru tau saat ini, kalau komunikasi verbalnya cukup buruk. selain suaraku yang agak berat-berat nadanya yang datar tapi mengarah ke seperti orang ingin menangis, aku juga cederung irit sekali bicara dan jarang menanggapi orang dengan omongan panjang lebar. belum lagi wajahku yang datar.

Aku kebanyakan ragu-ragu.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments