Bertumbuh dalam Ketakutan dan Kegagalan

By Khata S. Fluorida - March 22, 2021

Selama dua puluh dua tahun dalam hidupku, aku alergi sekali terhadap kegagalan. Bagiku, kegagalan itu penyakit yang kalau bisa aku tidak boleh mengalaminya. Aku takut gagal dalam hampir semua hal, mulai dari nilai sekolah, prestasi, hubungan dengan orang lain, kehilangan, konflik, dan lain-lain. Hal ini yang kemudian membuatku lebih banyak berteori daripada mengimplementasikan apa yang aku ingin capai.

 

Jadi, sekali mengalami kegagalan, tubuh dan pikiranku langsung merespons dengan sangat negatif dan membutuhkan waktu yang amat sangat lama untuk bisa kembali pada kondisi semua. Aku tidak terlalu luwes dalam menghadapi kegagalan.

Tahun lalu, ketika pandemi mulai tiba dan aku kehilangan kegiatan di luar rumah. Kebetulan saat itu juga bertepatan dengan selesainya masa perkuliahan. Dalam periode waktu itu,  mengevaluasi tentang hal-hal yang sudah aku lakukan. ternyata aku menemukan satu benang merah : aku kerap kali kalah oleh ketakutan, kegagalan dan rasa tidak nyaman.

Padahal tidak semua ketakutanku ternyata benar-benar semenakutkan itu. Bahkan, beberapa ketakutan terbesarku sudah berhasil aku atasi dan solusinya ternyata hanya melakukannya tanpa banyak pikir.

Aku menetapkan bahwa mulai saat itu saya akan mengalahkan rasa takut. 

 Sebenarnya ketakutanku ada pada hal yang sangat remeh temeh. 

- Mematikan lampu saat tidur. 

- Menelepon dan mengangkat telepon

- Berkonflik dengan manusia lainnya

- Takut berbicara bahasa inggris

- Takut jujur pada orang lain.

Hal-hal kecil itu ternyata ampuh sekali menambah kepercayaan diri yang sebelumnya sangat rendah. Pencapaian ini, walaupun sangat kecil, berarti sangat besar dalam pengembangan karakterku. Saat ini melangkahi ketakutan adalah hal paling membanggakan dalam hidupku.

Mengubah Cara Pandang Terhadap Ketakutan dan Kegagalan

Dulu, aku selalu menanggapi ketakutan dan kegagalanku dengan cara yang sangat negatif. Setiap kali gagal aku selalu menangis dan merasa tidak berguna. 

Kemudian, aku mencoba mengubah cara pandangku. Pertama, aku menganggap ketakutanku adalah tantangan, aku akan melewatinya dan lihat apakah ketakutanku terbukti atau itu hanya khayalanku belaka. Nyatanya, ternyata hampir setiap ketakutanku, ketika aku benar-benar menjalaninya, ternyata tidak semenyeramkan bayanganku.

Kedua, aku memandang kegagalan sebagai upayaku untuk mengevaluasi diri. Kegagalan akan selalu terjadi, aku tidak akan pernah bisa menghindari kegagalan. Jadi, daripada memandangnya sebagai sesuatu yang negatif, harusnya kegagalan itu aku jadikan evaluasi. mungkin ada yang salah dari solusiku saat itu. Aku rajin menulis dan mencoba-coba hal yang paling tepat untuk satu permasalahan yang aku hadapi. Proses evaluasi ini menghilangkan rasa sedihku.

Mengubah cara pandang bahwa kegagalan akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang sebenarnya merupakan suatu tantangan buatku. Itu menakutkan, tapi aku harus menghadapinya sekarang supaya besok aku tidak perlu menghadapinya lagi karena sudah mendapatkan solusi yang benar. Kalau aku tidak bisa menghadapinya di masa sekarang, maka aku tidak akan bisa menghadapinya di masa depan juga. 

Kegagalan adalah persoalan mengelola emosi juga, dan mengelola emosi adalah sesuatu yang dapat dilatih. Bagaimana agar kita dapat mengelola kumpulan emosi tersebut agar tidak terlalu berlebihan dalam bersedih maupun berbahagia. Jika kamu dapat mengatur itu dengan baik, ini akan memberikan sebuah perspektif baru tentang diri kita sendiri. Tapi jika kita tenggelam dalam ketakutan dan kesedihan, itu akan menyulitkan hidup kita baik di masa kini maupun masa depan.

Efek menghadapi emosi ketakutan dan kegagalan ini sebenarnya membuatku merasa aku tidak pernah benar-benar mencoba mengenali diriku sendiri. Sebagai contoh, aku baru tau kalau ternyata ketika aku benar-benar menghadapi masalah, masalah itu bukan saja mengambil porsi ruangan di otakku, tetapi juga dilambung. Sulit untuk makan saat ada masalah yang belum diselesaikan, Tapi itu hanya di awal percobaan. semakin aku membiasakan diri untuk menghadapi masalah, ternyata selera makanku semakin muncul lagi. Aku kira, apapun yang sedang ku jalani sekarang, apapun ujungnya, mengarah kepada sesuatu yang baik.

Ternyata, rasanya lebih menyenangkan untuk hidup berdampingan dengan kegagalan. daripada terjebak terus dalam ketakutan yang kebanyakan tidak nyata.

Karena sekarang aku tau, lebih baik melakukan sesuatu dan gagal daripada terus terjebak dalam khayalan. 

  • Share:

You Might Also Like

30 comments

  1. memang ketakutan kadang mengausai kita maka harus kita lawan

    ReplyDelete
  2. Kuncinya memang pada mindset ka. Saya pernah mengalahkan rasa takut dg membuat rasa berani lebih besar dibanding rasa takut itu sendiri. Alhamdulillah ternyata prosesnya tak semenakutkan seperti yg pernah saya bayangkan. Setelah berhasil pasang IUD, rasanya plong bgt wkwk

    ReplyDelete
  3. saya juga kerap mengalami

    apalagi selama pandemi dan terpaksa di rumah saja

    akhirnya saya coba mengurai ketakutan, menuliskannya dan menuliskan solusinya

    trus saya coba terapkan satu persatu
    Alhamdulilah berhasil, dan sekarang lebih teenang

    ReplyDelete
    Replies
    1. menulis memang ampuh dalam mengatasi rasa takut ya mba,, saya juga suka nulis setiap kepala mulai penuh

      Delete
  4. Lumrah sekali memang jika setiap kita punya ketakuan, apalagi takut akan kegagalan.
    Terus terang ada banyak hal yang dulu saya takutkan, namun setelah menikah bukan lah menjadi hal yang berat atau ditakutkan.
    Tai ada juga yang dulu tidak pernah fobia.. sekarang mulai takut, misalnya naik pesawat. Dulu nggak takut sama sekali, kalo sekarang naik pesawat rasanya sedang menghadapi kematian.

    ReplyDelete
  5. Dulu saya juga punya banyak ketakutan mbak. Takut ruang sempit, takut tidur sendiri, takut lift, takut basement. Trus dikasih tau seseorang, lakukan apa yang kamu takutkan. Saya ikuti tuh, dan lama2 sembuh.
    Kalau lagi takut, sampe nangis. jadi, pas memberanikan diri, saya hadapi tuh, nangis-nangis biarin. Akhirnya berani dan ga takut lagi. Kecuali tidur sendiri di hotel ya hehe yang satu itu masih belum berani banget.

    ReplyDelete
  6. Tipsnya keren lo mengatasi sesuatu dengan tepat semoga bisa dipraktikkan

    ReplyDelete
  7. kalo aku takut dengan kegelapan. etapi dicoba terus dengan mencoba dalam kegelapan lama-lama hilang dengan sendirinya, udah ga takut lagi di kegelapan. memang harus dibenahi dari diri sendiri

    ReplyDelete
  8. Menghadapi kegagalan memang tak semudah membayangkan dan membicarakannya ya kak.akupun sampai saat ini masih sering harus menghadapi diri sendiri yang sering maju mundur saat ingin melakukan sesuatu. Karena di dalam pikiranku sudah bejibun "bagaimana ntar kalo gini" yang akhirnya bikin maju mundur. Dan memang semua itu harus dihadapi ya kak. Karena kitalah yang mampu menghadapi rasa takut itu meski rasanya harus berjibaku dulu. Selamat ya kak, sudah menemukan sedikit demi sedikit cara untuk mengatasi ketakutannya. Semangat selalu ya kak

    ReplyDelete
  9. Aku suka lkalimat penutupnya nih
    "lebih baik melakukan sesuatu dan gagal daripada terus terjebak dalam khayalan"

    bener banget ini. Saat kita mencoba kemungkinannya ada dua : Sukses atau gagal. Sedangkan jika sejak awal gak berani mencoba, sudah dipastikan hasilnya hanya satu yaitu gagal
    Mau pilih ya mana? Kitalah yang menentukan

    ReplyDelete
  10. Ubah cara pandang memang dahsyaaatt ya efeknya
    Sepakat dengan kalimat ini: kegagalan sebagai upaya untuk mengevaluasi diri.
    Kegagalan akan selalu terjadi, kita tidak akan pernah bisa menghindari kegagalan.
    Jadi, daripada memandangnya sebagai sesuatu yang negatif, harusnya kegagalan itu dijadikan evaluasi. mungkin ada yang salah dari solusi saat itu.

    ReplyDelete
  11. kadangkala memang kegagalan itu membuat kita takut untuk melangkah. Tapi bener banget yang kakak bilang, kalo tidak dilakukan hanya akan berada dalam khayalan terus

    ReplyDelete
  12. Kata orang-orang, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kalau bagi saya, kegagalan adalah keberhasilan yang tidak berhasil, wkwkwkwk...

    Untuk bisa meraih keberhasilan, ternyata kita harus mengalahkan rasa takut itu sendiri ya, baik rasa takut akan gagal maupun rasa tidak nyaman.

    Kalau kita sudah pernah gagal satu kali dalam hidup, setidaknya kita sudah bisa mengukur sampai sejauh mana kemampuan yang kita miliki. Dari situ, kita bisa belajar untuk memperbaiki kesalahan tersebut, agar tidak terulang kesalahan yang sama.

    Nice post

    ReplyDelete
  13. Kadang, ketakutan-ketakutan kita adalah hal hal yang remeh ya kak.
    Aku pun sering punya pikiran aneh. Aku takut kalo tiba-tiba ibu atau anakku lebih dulu pergi ninggalin aku.. duh padahal mereka sedang sehat. Bayangan ketakutan itu kadang melintas aja gitu di kepala.

    ReplyDelete
  14. Ketakutan yang berlebihan sangat membuat kita tidak nyaman, perlu memupuk rasa percaya diri lebih giat lagi. Kegagalan adalah proses hidup yang harus dilalui untuk bisa lebih kuat dalam menghadapi kehidupan. Karena mbak masih muda maka jam terbang akan mampu mengubah seseorang menjadi semakin kuat.

    ReplyDelete
  15. Betapa ketakutan yg tak mendasar membuat segalanya sulit termasuk diri sendiri

    ReplyDelete
  16. Saya setuju bahwa kegagalan adalah sarana untuk menguji emosi kita, serta bagaimana menempatkan diri pada porsi yang pas. Membaca artikel di atas serasa saya banyak hal pendampingan dari penulis yang luar biasa membuat penjelasan bermakna. Thanks ya kak Khatas :)

    ReplyDelete
  17. Takut dan gagal itu bisa dibilang kodratnya manusia. Gak ada manusia tanpa rasa takut, dan gak ada manusia yang tidak pernah gagal. Hal yang membedakan manusia satu dengan manusia lainnya adalah keinginan untuk bangkit dan terus bertumbuh.

    ReplyDelete
  18. beberapa hal sama dengan yang ku alami; takut berbahasa inggris. tapi aneh juga ya dengan takut matikan lampu,Menelepon dan mengangkat telepon, ah..aneh hehe.. tapi memang ketakutan harus dilawan. semoga bisa mengatasi ketakutan itu

    ReplyDelete
  19. Kalau aku, kegagalan nggak membuatku takut. Tapi yang paling aku takuti adalah rasa sesal. Kalau ada kompetisi seperti lomba blog gitu, suka nyesal kalau nggak sempat ikut. Tapi kalau sudah ikut trus kalah, memang kecewa sih, tapi paling tidak nggak menyesal, karena sudah mencoba.

    ReplyDelete
  20. Memang secara teori, kita harus menerima bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Tapi, ada juga orang lucu yang mengatakan bahwa kegagalan pertama adalah bakal dari kegagalan berikutnya. Walah...

    ReplyDelete
  21. Setiap orang punya ketakutannya masing2. Kadang hal2 remeh bagi orang lain, justru jdi hal menakutkan bagi Qt. Setuju banget dngan memperbaiki mindset, bisa jdi solusi menghadapi ketakutan.

    ReplyDelete
  22. Saya juga memiliki ketakutan yang remeh seperti lampu dimatikan saat saya tidur kak. Paling kesal saat berdebat sama suami yang doyan lampunya mati. Saat ini anak saya juga suka lampu dimatikan saat tidur. Jadinya saya mengalah, demi anak, hehe

    ReplyDelete
  23. Dibalik ketakutanmu itu, aku yakin kamu adalah pribadi yang perfect.
    Takutitu manusiawi, kok. Saya pun juga punya ketakutan dalam banyak hal...
    Tips-tips yang kamu tulis untuk mengatasi ketakutan itu barangkali bisa membantu orang lain untuk mengatasi ketakutan mereka... Terima kasih telah berbagi...

    ReplyDelete
  24. diriku skrg ini rasa gagal dan takut harus jadi dindin yang tinggi untuk dilewati dan harus di hadapi bukan menghindar

    ReplyDelete
  25. Katanya di dalam 100% kegagalan itu ada 1% kesuksesan, jadi meskipun secara kasat mata kita mengalami kegagalan di dalamnya pasti ada potensi keberhasilan meski cuma 1 persen. Kenapa, karena kita sudah berani mencoba, ya nggak ^^

    ReplyDelete
  26. Kegagalan dan kesuksesan itu emang berada dalam satu paket ya mbak semoga aja kita dapat melewati semuanya dan menjadi kuat

    ReplyDelete
  27. Ketakutan menghadapinya dengan menerimanya ya mbak. Dengan menuliskan ini mbak sudah hebat banget, artinya sudah Nerima itu. Langkah selanjutnya mesti digali kenapa mbak...kenapa mbak seperti ini dan itu, jika dirasa sulit tidak mengapa kita perlu konsultasi ke orang yang dikenal atau tidak dikenal seperti profesional kaya psikolog gitu sekadar mendapatkan tempat curhat yg tepat :)

    ReplyDelete
  28. terkadang ada momennya memang kita dihantui ketakutan dan kegagalan, tapi memang kdg hidup memaksa kita utk belajar berani menghadapinya

    ReplyDelete