Nathaniel Drew Newsletter

By Khata S. Fluorida - January 11, 2021

 Aku belajar banyak dari Newsletter yang dikirimkan melalui email oleh Nathaniel Drew, khususnya dengan Newsletter seriesnya  yang dia beri judul "Memento Mori" yang berarti

a Latin phrase which literally means “remember you must die.” It is an ancient practice of reflection on mortality. Death, some says, is what gives life meaning.

Drew lebih muda dariku tapi aku merasa kalah jauh dari segi wawasan daripada dia. Mungkin, karena sejak lulus SMA dia sudah memutuskan untuk berpetualang, atau karena tempat tinggalnya yang lebih terbuka? yang pasti, berkat dia aku menemukan kesenangan baru untuk membelajari stoic, kesadaran, filsafat, dan teman-temannya.


 

Oh iya, ini adalah sedikit rangkuman ayng aku dapatkan dari newsletternya

i. Distraksi adalah tentang rasa sakit

Distraksi dijelaskan oleh Drew, adalah 'always an unhealthy escape from reality'. Jadi, hanya dengan mengenali rasa sakit yang kita rasakanlah kita kemudian dapat mengontrol dan mencari solusi atas rasa sakit tersebut. Karena, distraksi menghindarkan manusia dari rasa sakit, tapi, mau sampai kapan menghindar? hidup sebagai manusia artinya memberikan ruang bukan hanya pada peristiwa baik, tapi peristiwa buruk yang terjadi pada hidup kita. Mengatasi rasa sakit tersebut pun bukan masalah sukses atau gagal, tapi soal ketenangan hidup. Ketika kita menemukan cara untuk mengatasinya, maka hidup kedepannya akan jadi lebih tenang.

ii. Life is a Game of Incomplete Information

Ini bagian newsletternya yang paling aku sukai. Disini Drew menjelaskan bahwa sebagai manusia, kita jarang menyadari jika perspektif kita sangat terbatas, dan itu adalah poin penting yang harus selalu kita sadari. Adapun hal ini dijelaskan Drew dalam 3 bagian

  •  Context (Konteks)

Kita hidup dimana setiap momennya menjadikan kita sebagai pemeran utama. Ini merupakan suatu masalah, karena meskipun kita adalah tokoh utama dalam kehidupan kita, nyatanya kita bukan pusat dari alam semesta. Ada banyak hal yang terjadi sebenarnya sama sekali tidak terkait dengan hidup kita.

  •  The Obstacle (kendala)

Diluar sana ada banyak sekali informasi dan kita tidak dapat memproses semuanya. Coba pikirkan, apakah kamu memikirkan tentang tekstur dari kursi yang kamu duduki sekarang? atau mobil yang baru lewat di depan rumah? orang yang berbicara di meja sebelahmu?

Jika kamu tidak dapat menyadarinya, bagaimana kamu dapat menyadari semua kejadian yang sedang terjadi di alam semesta?

Intinya : Kita adalah satu kepingan puzzle di dalam puzzle yang sangat besar.

  • Takeways (Yang perlu diingat)

- Humility (ingat kalau kita manusia.)

- Resilience (Tidak semua rencanamu akan berhasil. Terimalah)

- Priotization (Kita punya keterbatasan dalam menyerap informasi, dan keterbatasan dalam mengingat semua hal. Kita tidak dapat mengetahui semuanya, jadi ingatlah untuk memprioritaskan apa yang kamu konsumsi, apa yang kamu pelajari, dan apa yang kamu perhatikan)

iii. Don't Try to be Interesting

  • Mastering the boring parts of your life massively improves the interesting parts.

Drew mengatakan bahwa ketimbang fokus pada hal-hal yang menarik, lebih baik fokus pada hal-hal yang sering membuat kita bosan seperti disiplin diri, manajemen keuangan, pola tidur, pola makan, dll.

Kenyataannya, sebagian besar hidup kita itu merupakan hal-hal yang kita lakukan secara berulang dan membosankan. Jadi, daripada fokus pada hal-hal menarik yang sesekali terjadi, lebih baik fokus untuk menyenangi hal-hal yang membosankan tersebut karena porsinya lebih banyak di hidup kita.

  • Stop worrying about luck.
Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Daripada fokus pada hal yang tidak dapat dikontrol, lebih baik untuk berfokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol.
  • If you are unsure of how to tackle something – a challenge, a new project, a relationship - a good starting place (for me) has always been to consider things in terms of systems. We get the results that we get because of our systems.  
Jika kamu mencoba untuk menangani sesuatu - entah tantangan, proyek baru, sebuah hubungan  - cara memulai yang baik itu adalah selalu berfokus pada sistem. Kita mendapatkan hasil yang kita dapat karena sistem yang telah kita buat.
 
iv. The True Cost of the Things that Really Matter
Di dalam newsletter ini Nathaniel Drew menjelaskan bahwa sesuatu yang berharga akan sesuai dengan harganya. Jadi, pertanyaannya adalah : Apa hal berharga yang kamu dapat berhenti cemaskan karena tidak berhubungan dengan rencana jangka panjangmu?

 v. Demans the Best For Yourself

  • Gagasan untuk memulai sebuah proyek atau usaha baru bisa melumpuhkan.

Maksud dari kata diatas adalah kita tidak perlu berusaha untuk jadi paling sempurna. Apabila sudah memiliki ide, maka mulailah mengeksekusinya. Lebih lanjut Drew menjelaskan 

I think we often don’t act on our curiosities because of fear of the unknown, fear of failure, fear of what we’ll discover. These are fears you must become good friends with because they aren’t ever going to go away completely (at least, in my experience so far). I’ve learned that that’s okay. It actually means you’re on the right track. You’re pushing the edges. You’re testing your boundaries.

Jadi, Boleh berharap yang terbaik tapi jangan sampai menekan diri sendiri 

  • Rasa sakit adalah guru kehidupan terbaik

Untuk hal ini, aku juga merasakannya sendiri. Rasa sakit mengajarkan banyak hal padaku. Perkara mengelola perasaan agar tidak berlarut-larut, perkara untuk tetap berkomunikasi dan menjelaskan kepada orang lain prihal rasa sakit itu, prihal menerima bahwa hal itu sudah terjadi, dan tidak bisa diulang lagi. Setelah mengelola semua itu, kita bisa mengevaluasi diri dan menjadi lebih baik lagi. Hal ini disebut dengan Growth Mindset.

vi. Less is More

Fitrah manusia untuk ingin selalu menjadi lebih dari sebelumnya. lebih baik, lebih kaya, lebih cantik/tampan, dan lebih-lebih lainnya. Namun, lebih tidak selalu berarti lebih. lebih bisa juga berarti kurang. 

Drew mengatakan dari banyaknya pilihan dan stimulus yang dia hadapi setiap hari, membuat dia sadar bahwa sedikit adalah sedikit dan itu bukan hal yang buruk. Intinya yaitu, sebenarnya, kita mungkin sudah memiliki lebih dari yang kita butuhkan daripada yang bisa kita sadari.

Lebih lanjut Drew mengatakan :

Something special happens when you don’t fill every last square inch of your life with stimulus. I can’t fully explain it, but it feels like I need time and space that is open & unscheduled to feel fully human.

I’m convinced now that breaks are the secret to performing at a high level over the longterm. Counter to the hustle culture that we now see pervading the 21st century, I don’t actually believe trying harder is always the way to get better results.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments