Cara Mengatasi Overthingking

By Khata S. Fluorida - July 27, 2020

Apakah kalian pernah mengalami overthingking? aku menganggap overthingking ibarat sebuah penyakit flu, dia sewaktu-waktu bisa kambuh, namun ada obatnya dan bisa diatasi asal kita tahu langkah mengobatinya. Setiap orang pun punya obat yang berbeda untuk mengatasinya. Aku akan menceritakan tentang obatku.
Cara-mengatasi-overthingking

Overthingking sudah lama sekali menganggu kehidupanku. Overthingking hanyalah kebanyakan berfikir, namun efeknya bisa jadi gangguan kecemasan, ketakutan yang tidak masuk akal, ketidakberanian untuk mulai bertindak, dan banyak hal lainnya. Aku mengalami ini selama bertahun-tahun namun baru menyadarinya saat aku kuliah. aku menyadari jika ke khawatiranku dan banyaknya pertimbangan yang aku pikirkan tidak normal karena bahkan aku bisa tidak tidur karena memikirkan hal-hal terburuk, cemas karenanya dan akhirnya tidak berani untuk melangkah.

Namun apa aku menyerah begitu saja dengan kekurangan itu? jelas tidak. Kekurangan bukti kalau kita manusia dan itu ada untuk diselesaikan. Dia menjadi tantangan dan warna di kehidupan kita. Maka tidak seharusnya kita menyerah, pasrah dan merutuki kekurangan kita sendiri. Daripada menghabiskan waktu berlarut-larut menyesali kekurangan yang kita punya, mengapa tidak menganggap hal itu sebagai challenge di hidup kita yang kemudian menuntut kita untuk menyelesaikannya?

1. Berfokus kepada hal-hal yang penting dan relevan
Pikiranku cederung acak dan random. Hal-hal sepele saja bisa membuatku overthingking. Belum lagi dengan aku yang ingin belajar ini dan itu.

Suatu saat aku menyadari kalau kebiasaanku mempedulikan banyak hal ini sebenarnya menjadi racun bagi diriku sendiri. Aku memperdulikan hal yang tidak relevan untuk hidupku sendiri, dan ini menguras energi dan pikiranku. Sementara aku seorang pemikir lambat, yang cederung pelan dalam belajar dan memahami sesuatu. Jadi, keinginan tidak sesuai dengan realita yang ada padaku.

Sejak saat aku menyadari itu, aku mulai menata ulang daftar hal-hal yang aku bisa perdulikan dalam hidupku. Sampai saat ini aku masih dalam proses menata ulang, namun yang aku sadari, semenjak aku mulai menata hal-hal ni pikiranku jadi lebih tenang dan dapat lebih sering berfokus pada hal-hal yang penting.

Selain itu aku juga membatasi informasi-informasi yang masuk ke dalam fikiranku. Aku menghapus semua aplikasi sosial mediaku, dan menghapus akunnya juga. Salah satu akun sosial media yang kuhapus adalah instagram. Kamu dapat membaca ceritanya secara lengkap di tulisanku yang berjudul Aku menghapus instagram

2. Membuat to-do list
Membuat to-do list dapat mengurangi beban pikiran otakku. Karena jika tidak dituliskan, otakku jadi punya beban untuk mengingat hal-hal apa saja yang harus kulakukan, sementara dia juga harus berfokus pada hal-hal lainnya. To-do list juga mencegahku melupakan hal-hal yang harus kukerjakan karena aku sudah menuliskannya.

3. Tidak menunda mengerjakan tugas
Menunda tugas adalah salah satu pemicu overthingkingku. karena otakku ini selalu meneriakkan "cepat selesaikan itu! cepat selesaikan!" Setiap dia mengetahui bahwa aku mempunyai tugas baru. dengan mengerjakannya otakku jadi lebih tenang dan relaks, karena dia mengetahui jika aku bekerja untuk menyelesaikan tugas tersebut.

4. Menerapkan minimalism
Minimalism adalah konsep yang mengubah seluruh hidupku. Aku bukan orang yang cuma punya selusin baju. Aku juga tidak mempunyai kamar yang aesthetic. Tapi minimalism bukan soal itu, minimalism adalah tentang mindset, yang sangat erat kaitannya dengan poin satu yaitu berfokus pada hal-hal yang pentng dan relevan.

Semenjak aku mengenal minimalism cara pikirku jadi lebih terstruktur dan lebih tertata, karena ketika aku mencoba membuat hidupku jadilebih simpel mulai dari declutter pakaian, baju, barang-barang, pikiranku pun mulai mengikutinya. ternyata benar bahwa kamar mencerminkan isi pikiran pemiliknya.

5. Menjalankan dopamin detox saat liburan
Dopamin detox adalah suatu cara untuk mengurangi stimulai berlebihan pada hormon dopamin dengan mengurangi stimulasi yang menyebabkannya. Ada kegiatan-kegiatan yang mengakibatkan keluarnya hormon dopamin. Contohnya adalah bermain game, scrolling timeline di sosial media, menonton tv, dan lain-lain.

Sebenarnya, pada porsi yang tepat dopamin tidak menjadi masalah. Namun, di masa sekarang kita seringkali mendapatkan dopamin gratis dari aktivitas-aktivitas tersebut dan mengakibatkan kita mudah mendapatkan hadiah kecil gratis seperti kepuasan setelah menyelesaikan sebuah game, like di sosial media, dan lain-lain. Hal ini jika dibiarkan terus-menerus dan mengakibatkan otak jadi malas untuk melakukan hal-hal yang sulit.

Karena itulah, dopamin detox menjadi penting bagiku. Aku mulai menerapkan ini pada hari minggu. aku menjauhkan smarphone dari pemandanganku di hari minggu. Kadang aku memasukkan kartu SIMku ke handphone nokia jadulku untuk memastikan diriku tidak akan terdistraksi namun jika ada hal-hal yang benar-benar urgent, aku masih tetap dapat dihubungi.

Dopamin detox juga sangat mengurangi beban otakku, karena smartphoneku sering membuat otakku terisi dengan hal-hal yang tidak relevan dengan tujuanku. Dopamin detox memberikan aku kendali atas diriku sendiri.

6. Mempunyai buku tulis untuk dicoret-coret
Barang wajib yang harus selalu ada di dalam tasku: Alat tulis dan kertas. Alat-alat ini ibarat obat demam yang selalu aku bawa kemana-mana. Aku tidak tau kapan overthingkingku akan kambuh kembali, jadi aku selalu menyediakan obatnya agar jika ia kambuh, aku bisa segera minum obat tersebut.

Ketika overthingkingku kambuh kembali, aku membuka catatanku dan segera menulis segala hal yang ada di pikiranku. Kadang aku juga menggunakannya untuk merasionalisasikan hal-hal yang aku pikirkan dan mencoba untuk memisah-misahkan berbagai persoalan jadi mereka tidak bercampur baur. Kadang aku hanya mencoret-coret asal-asalan, tidak jelas juntrungannya hanya agar pikiran-pikiran itu keluar dari pikiranku. Corat-coret itu ibarat menumpahkan isi otakku yang penuh dan membuangnya ke tong sampah bagiku, dan memilah-milah mana yang penting dan tidak penting.

Mungkin kalian bertanya, kenapa tidak menulis di smartphone saja? untuk kasusku, smartphone lebih sering memperburuk keadaanku. Otakku seringkali overstimulation jika memegang smartphone, dan sering terdistraksi juga, maka menulis di smartphone bukan pilihan bagiku. Menulis dengan tangan memberikan efek relaksasi dan efek tenang karena aku menganggap aku teah benar-benar membuang sampah dari otakku dan aku lebih bebas juga mengekspresikan apa yang aku rasaka

Seperti halnya sebuah penyakit, sebenarnya cara-cara diatas tidak pernah benar-benar menghilangkan overthingkingku secara permanen, namun cara-cara diatas dapat mereduksinya dan untuk kasusku, mereduksi pikiranku berpengaruh sangat besar dalam kelangsungan kehidupanku.

Cara-cara diatas berpengaruh sangat spesifik hanya untuk kasus hidupku saja. Lingkungan, permasalahan, dan konteks kasus kita bisa saja berbeda. oleh karena itu, hanya ikuti hal-hal yang kamu rasa relevan dan cocok untuk diterapkan pada kehidupanmu, kamu tetap harus menemukan sendiri cara terbaik yang dapat menjadi solusi atas masalah overthingkingmu. Aku harap tulisan ini bisa bermaanfaaat dalam perjuanganmu melawan overthingking.

Semangat!


  • Share:

You Might Also Like

19 comments

  1. Semoga kini sudah membaik overthinking-nya ya Kak
    Aku juga kadang begini. Di awal pandemi overthinking-ku memburuk. Kuputuskan untuk menjauh dari segala informasi, terutama media sosial yang rentan hoaks. tapi aku ga sampai menutupnya sih. Karena medsos tetap relate sama blog, aku pakai sebagai tempat bersenang-senang membagikan tulisan. Jadi puasa media sosial aja bukan menghapusnya.
    Semangat selalu ya, Kak. Artikel yang bermanfaat, terima kasih

    ReplyDelete
  2. Thanks dear. Aku pun samaaa, suka overthingking. Apalagi kadang aku jadi negatif arahnya bikin kontraproduktif, hiks. Kupakai tipsnya yaa. Makasiiih.

    ReplyDelete
  3. bener banget overthingking itu ga bagus karena menimbulkan reaksi yang berlebihan dan rasa cemas, makasih ya tipsnya berguna banget.

    ReplyDelete
  4. Aku termasuk orang yang sering overthingking mbak. tahu sih itu gak baik cuma dari dulu susah dihilangkan. Jadinya malah susah sendiri. Makasih banget sarannya, insyaAllah mau aku coba.

    ReplyDelete
  5. Berasa capeknya kalo udah overthinking. Kalo udah gitu, aku lemesin otak aja. Kadang HP ku-off, bomat deh dicari'in. Aku juga pengen punya me time dong.

    ReplyDelete
  6. Hehe.. Saya dulu juga gitu. Capek sih. Sekarang sudah mulai rileks. Ngadepin apapun udah mulai slow down. Sekarang, pilih hidup simple aja deh mb

    ReplyDelete
  7. Aku beberapa bulan yang lalu pernah mengalami hal ini. Dan, betul sekali, salah satu caranya menulis dan corat-coret :)

    ReplyDelete
  8. Wah, ternyata bukan aku saja yang merasakan overthingking itu ya? Aku kadang susah tidur bila keadaan itu kambuh dan kalau tidur pun terbawa2 dalam mimpi. Biasanya aku melakukan point nomor 2 dan 6 untuk menguranginya. Terima kasih sharingnya mba, ternyata masalah kita sama. 😄

    ReplyDelete
  9. Tulisan yang bermanfaat
    Saya sering banget overthinking baru brenti sesudah ditegur teman. Karena kerjaan sering ngga on time

    ReplyDelete
  10. Gue bgt kak...i already over thinking for everything. Kdgn suka kesel dan bete sndiri

    ReplyDelete
  11. aku belakangan lagi over stressed out, tapi ya mau g mau harus dijalanin karena sudah konsekuensi yang diambil, harus atur ulang waktunya lagi sih dijadwal lagi lebih rapi

    ReplyDelete
  12. Semoga kini overthingkingnya sudah membaik ya mbak :)

    Ada hal2 yang bisa kita batasi jika mau. Seperti ketika aku belum bisa membedakan mana yang penting dan urgent, dan penting tapi tidak urgent. Setelah menguasai mana yang paling harus didulukan dan mana yang bisa ditunda/dijadwalkan, aku bisa mengatasi overthingkingku dalam banyak hal.

    ReplyDelete
  13. Kadang aku juga overthingking yang berakhir membuatku cemas berlebihan... Beberapa tipsnya sudah sering kulakukan, ada juga yang belum. Terimakasih untuk tulisannya, terimakasih juga karena sudah mau berbagi cerita... ternyata kita ini tidak sendirian 😊

    ReplyDelete
  14. Saya awalnya juga sering over thinking, apalagi masa pendemi ini. Lebih ke parno kemana mana. Ga bgs juga ya, jd buat tambah stress hehe

    ReplyDelete
  15. Daku pernah overthingking gitu pas kerja jadi bankir, mungkin karena preasure nya udah gitu pengalaman pertama juga kerja jadinya sampe migrain hihi

    ReplyDelete
  16. Overthinking mungkin maksudnya kak... CMIIW. Bener, overthinking gini harus diatasi, karena gak baik juga buat pikiran dan emosi. Hahahah. Pengalaman soalnya, merasa gak enak terus tiap overthinking.

    ReplyDelete
  17. Tulisannya bagus bangeeeeett kak ... Aku dulu overthinking banget, gak enakan, akhirnya untuk beberapa hal aku belajar tetap PD aja . Coba untuk tetap realistis. Pasang kacamata kuda ���� well said kak..

    ReplyDelete
  18. Wahhh akupun bagian dari yanv suka overthinking. Makanya kadang sebisa milungkin kalo dah begitu membatasi diri dari segala info. Memilih rileks dulu dan membyiarkan pikiran kembali netral. Thanks mba tipsnya

    ReplyDelete
  19. Teirmakasih artikelnya sangat membantu. Aku juga termasuk orang yg overthinking. Yg kadang justru menghambat banyak hal yg ingin aku lakukan. Serngnya malah jadi cemas dan khawatir ga beraturan. Sekarang berusaha untuk bisa mengubah kebiasaan ini.

    ReplyDelete