Manajemen Energi untuk Hidup yang Seimbang

By Khata S. Fluorida - June 21, 2020

Selama ini banyak orang menjelaskan kepada kita tentang mengelola waktu, tapi hanya sedikit yang mengatakan kalau mengelola waktu adalah bagian dari mengelola energi, tentang apa yang kita prioritaskan dalam hidup kita.

Aku baru saja mengenal manajemen energi ini melalui podcast Thirty Days of Lunch, sebuah podcast yang dibuat oleh Fellaxandro Ruby dan Aryo Pratomo dengan mengundang orang-orang yang ahli pada bidangnya. Adapun podcast yang aku dengar adalah podcast yang berjudul Lunch #12 : Managing Energy : The Secret to Productivity. Podcast ini cuma 48 menitan, kaya durasi makan siang aja sesuai dengan judulnya. kali ini aku mencoba untuk menuliskan apa saja hal-hal yang aku dapat melalui podcast episode tersebut.

Hal yang paling pertama yang perlu kita sadari adalah, mengapa manajemen energi itu penting? Dalam hidup, manajemen energi yang tidak baik akan menyebabkan mental fatigue. sebagai contoh, masa pandemi ini adalah situasi beresiko yang mengambil cukup baanyak stok energi. Situasi ini juga entah kapan berakhirnya dan mengurangi pendapatan banyak orang. nah, di situasi seperti ini, apabila energi kita tidak dialokasikan untuk hal-hal yang penting, maka kondisi ini akan menghabisi energi kita pada hal yang sia-sia.

Energi yang baik adalah energi yang dapat dialokasikan dengan benar. Jadi, ada 4 jenis manajemen energi, yaitu :

1. Mengelola Flow Informasi yang Masuk
Mengelola informasi yang masuk adalah salah satu hal paling penting di masa sekarang ini. Kita dihujani informasi dari segala tempat. Daaritv, instagram, facebook, twitter, dan belum termausk informaasi yang kita cari sendiri akibat anxiety terhadap sesuatu yang terjadi sekarang ini.

satu hal yang aku dapatkan dari podcast ini adalah bahwa kita bertindak sesuai dengan informasi yang kita punya.  Lalu, jika begitu, apakah jika kita mempunyai informasi yang lebih banyak, apakah situasi lebih bisa dikendalikan? belum tentu, bergantung pada apakah informasi itu signifikan di hidupmu sehingga kamu bisa melakukan sesuatu untuk mengendalikan informasi itu atau tidak. jika jawabannya Ya, berarti informasi itu memang penting untuk hidupmu, tapi jika tidak, akan lebih baik jika kamu tidak meneruskan membaca informasi itu.

Kenapa?

Jawabannya adalah karena Informasi yang tidak bisa kita kendalikan hanya akan membuat kita tambah stress. sebagai contoh, berita orang yang terinfeksi corona, orang yang sembuh dan orang yang meninggal akibat corona memang sangat penting. Tapi, untuk diri kita, pada situasi seperti ini, jika kita tidak memiliki hubungan terhadap orang-orang tersebut, hanya akan menambah stress karena tanpa berita itupun kita sudah menghadapi perubahan cara hidup. berita itu seperti informasi yang membuat kita tidak berdaya karena kita tidak bisa mengendalikannya. Jadi kenapa kalau ada penambahan pasien corona? Kita tidak dapat mengubah fakta itu, dan karena tidak bisa, maka jika kita sudah memaksimalkan usaha kita untuk mencegahnya (memakai masker keluar, menerapkan protokol kesehatan, sebisa mungkin menerapkan social distancing) maka itu sudah cukup. kita tidak perlu memeriksa angka dan berita terkait corona jika itu tidak signifikan untuk hidup kita.

Selain itu, slot otak kita juga sebenarnya amat terbatas, jadi sangat penting untuk menyeleksi informasi yang masuk ke dalamnya. Sebagai contoh, sebenarnya pesan yang masuk melalui aplikasi seperti whatsapp juga mengambil slot yang cukup besar di otak kita, gosip dengan teman-teman, dan yang lainnya. semua itu mengonsumsi energi kita dan meembuat kita lebih mudah lelah.

Apalagi, membalas pesan sangat berbeda dengan menelepon atau video call langsung. kenapa? karena membalas pesan membuat kita berpikir dengan lebih keras untuk memastikan pesna yang kita kirimkan tidak akan disalah pahami oleh orang yang membacanya, jadi kita berpikir lebih keras untuk itu.

2. Mengelola Waktu
Mengelola waktu pada intinya ada tiga yitu : Sense of purpose, write it, and do it. sense of purpose berarti kita harus mengetahui tujuan hidup kita, untuk apa kita bangun di setiap pagi, apa saja yang harus kita lakukan di hari itu. ini terjadi agar kita bisa tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Tentu dengan pembagian prioritas juga, karena, kalau semua hal penting, otomatis tidak ada yang penting. jadi yang pertamakali harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan dan prioritasmu.

ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu dalam membagi prioritas, yaitu :
a. apakah jika kegiatan ini tidak dilakukan akan membuat kita mati? apakah bisnis kita akan berhenti?
b. Jika iya, apakah yang mengerjakan harus kamu atau tidak?
c. Kalau kamu yang melakukan, bisa hari ini atau boleh besok?

yang terakhir, boleh saja memprioritaskan mendapatkan uang dalam waktu kita karena uang pada titik tertentu memang dapat membeli waktu kembali. sebagai contoh, uang memberikan pilihan yang lebih banyak, uang juga dapat menghemat waktu dengan membeli barang atau jasa yang dapat mendukung kinerja. sebagai contoh, kita membeli mesin cuci agar tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencuci pakaian sendiri.

3. Mengelola Mindset
Mindset yang baik dimula dari melihat apa yang kita punyai terlebih dahulu. Menyadari kalau masih bisa makan hari ini, adalah salah satu hal yang dapat membuat kita bersyukur. Dengan bersyukur, kita terlindungi dari playing victim, bertindak seolah kita adalah korban. masalah dari playing victim adalah, kita meletakkan kendali hidup kita tidak pada tangan kita sendiri melainkan tangan orang laain. kita tidak berdaya karena hidup kita dihancurhan oleh dia. Pola pikir ini akan merusak kita dalam jangka panjang.

Mari kita ubah mindsetnya dengan menanyakan pada diri kita : adakah yang dapat kita lakukan? adakah yang dapat kita tolong? hal ini menciptakan sensasi memegang kendali dari diri kita sehingga kita bsa melakukan sesuatu untuk mengatasi suatu hal. begitupula dengan energi, playing victim mengahbisi energi, membuat stress dan tidak menyelesaikan masalah. sedangkan mengambil kendali pada kehidupan kita dan melakukan sesuatu meskipun ituhal kecil dapat memberika perubahan kecil yang dampaknya besar pada hidup. Terutama jika menyangkut menolong orang lain. Menolong orang lain memberikan kebahagiaan pada diri sendiri.

banyak orang yang bertanya tanya, kalau aku berbuat baik pada orang lain, belum tentu juga dia akan membalas kebaikanku lagi. jadi, apa timbal baliknya kepadaku?

Sebenarnya walaupun tidak terlihat, berbuat baik memberikan timbal balik kepada ornag yang mengerjakannya. adapun timbaal baliknya yaitu :
a. Dapat meredam egoisme dalam diri
b. Membuat bahagia
c. Investasi jangka panjang dalam hal kebaikan
d. Investasi Budi dengan asumsi apabila kita berbat baik kepada 20 orang, setidaknya ada salah satu yang akan membalas kebaikan kita kembali.
e. Harta bukan hanya milik kita. Harta tersebut harus berputar supaya rezeki kita pun tidak tertahan.

4. Mengelola Fisik
Tiga hal kunci dari mengelola fisik yaitu, Makan, Olahraga, dan Tidur. ketiganya harus berjalan dengan seimbang. Jika salah satunya dikurangi, itu akan berdampak buruk kepada kesehatan kita, energi dan akhirnya akan berdampak kepada produktivitas juga.

sebagai contoh, pada makanan, gula dapat menyebabkan lonjakan energi yang sangat cepat dalam waktu yang singkat. namun, ini juga berarti menurunnya energi dalam waktu yang cepat pula. jadi, energi kta bisa sangat naik lalu turun seketika. Maka dari itu, amat penting untuk membatasi konsumsi gula agar energi dapat lebih stabil dan kita bisa mengerjakan tugas dengan baik. sekarang juga untuk mendapatkan makanan sehat sudah tidak sulit, kita bisa melihat melalui internet, tinggal memilih menu diet sehat yang ada, bayar dan bisa sampai langsung kerumah tanpa harus ribet.

Olahraga juga alah satu aspek yang penting, karena olahraga dapat memberikan energi positif kepada hidup kita. Adapun olahraga di jaman sekarang ini juga sudah amat mudah, kita bisa mendownload aplikasi di smartphone, mengunduh game melalui PS4 atau switch, bergabung dengan komunitas olahraga di zoom, atau olahraga sendiri sambil menonton Youtube.

yang terakhir, tidur. tidur juga berperan amat penting untuk manajemen energi, karena dalam kondisi kekurangan tidur, energi yang harusnya dapat kita gunakan untuk mengerjakan tugas menjadi disalurkan untuk menyokong bagian tubuh kita yang lemah akibat kurang istirahat. Normalnya kita butuh tidur 8 jam sehari, tapi kualitas tidur juga diperhitungkan disini. jadi, tidur yang lelap dalam waktu yang kurang dari 8 jam masih lebih baik daripada tidur 8 jam tetapi tidak lelap. Tidur berlebihan juga ama tidak baiknya dengan kekurangan tidur.

Akhirnya, manajemen energi adalah cara mengelola waktu dengan bijak dari benda yang paling dekat dengan diri kita. Jadi, gunakan benda yang ada di dekatmu dengan sebaik mungkin,ya.




  • Share:

You Might Also Like

0 comments