Ubah Kebiasaan Dengan langkah-langkah ini : The Power of Habit

By Khata S. Fluorida - December 13, 2019

Buku-the-power-of-habit


Buku The Power of Habit adalah buku pengembangan diri paling berpengaruh dari semua buku yang pernah aku baca selain Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Menurut pendapat pribadiku, buku ini memberikan solusi paling dasar dari semua permasalahan dalam hidup manusia : Kebiasaan, serta memberikan tips-tips yang bisa di praktekkan oleh siapapun langkah demi langkahnya dengan baik. Aku juga mengapresiasi penuh penerjemah buku ini, Damaring Tyas Wulandari Palar yang membuat buku ini jadi asik sekali dibaca dan tidak kaku. Sering kali aku menemukan buku bagus tapi karena terjemahannya yang tidak asik sehingga mengubah pengalamanku membaca buku itu.

Buku ini menggagas ide bahwa sebenarnya kehidupan manusia pada dasarnya adalah kumpulan-kumpulan kebiasaan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut terdiri atas Tanda, Rutinitas, dan Ganjaran. Ketika kita sudah mengetahui kebiasaan-kebiasaan kita serta mengidentifikasinya, maka akan menjadi lebih mudah untuk mengubah atau mempertahankannya. Adapun menurut The Power of Habit, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk dapat mengenali pola kebiasaan kita dari awal sampai akhir, dan dari kebiasaan individu sampai kebiasaan komunitas.Hal itu dijabarkan dalam bab-bab dibawah ini dimulai dari pengenalan terhadap konsep sampai praktik pada diri sendiri. Aku akan menjelaskan konsepnya satu per satu.

KEBIASAAN INDIVIDU
1. Mengenal Konsep Awal Lingkar Kebiasaan

Lingkar Kebiasaan

Duhigg menjelaskan konsep dasar dari berjalannya sebuah kebiasaan. Konsep diatas menjelaskan bahwa kebiasaan dibentuk oleh tanda, pemicu yang memberitahu otak untuk memasuki mode otomatis dan kebiasaan mana yang harus digunakan. Pemicu ini dapat berarti apa saja, bisa suara, suasana, tempat, dan lain-lain. Kemudian, ada rutinitas, suatu hal yang kita kerjakan akibat dari adanya tanda tersebut. Akticitas ini bisa jadi fisik, mental, ataupun emosional. Terakhir ada ganjaran, yang membantu otak mengetahui apakah lingkar kebiasaan ini patut diingat dan dilakukan lagi untuk masa depan dengan memberikan sesuatu yang kita idam-idamkan.

2. Cara menciptakan Kebiasaan Baru : Kenali Otak yang Mengidam

Untuk membentuk kebiasaan, kamu harus mengenali apa hal-hal yang kamu harapkan untuk kamu dapatkan setelah melakukan suatu aktivitas. Sebagai contoh, ketika melihat wajah kita kotor, kita akan mencucinya karena mengidamkan wajah yang bersih dan cerah. Ketika menggosok gigi, kita mengidamkan gigi yang putih bersih. ketika merokok, seseorang mengidamkan ketenangan. Ketika seseorang lari pagi, mungkin dia mengidamkan tubuh yang bagus. Hal-hal yang ku sebutkan hanya contoh, setiap orang bisa punya faktor mengidam yang berbeda-beda. Namun, intinya, kita selalu mengharapkan sesuatu ketika melakukan suatu hal. dan hal itu biasanya yang membuat kita tenang, nyaman ataupun senang.

3. Mengapa Kebiasaan dapat Terjadi

Selanjutnya, Duhigg memaparkan jika kebiasaan itu bekerja saat kita terus-menerus menggunakan suatu tanda yang sama dan ganjaran yang sama, jadi yang diubah hanyalah rutinitasnya. Dia menyebut ini sebagai aturan emas perubahan kebiasaan, dimana kita tidak dapat melenyapkan kebiasaan buruk, melainkan hanya bisa mengubahnya. Sebagai contoh, apabila kamu seorang perokok dan ingin mengubah kebiasaan tersebut, maka yang pertama kamu harus ketahui adalah apa tanda yang menyebabkan kamu kemudian merokok? apakah karena suka nikotin, ingin rangsangan tertentu ataukah karena teman? apa karena hari-hari tertentu?

Kemudian, seandainya anda menemukan jika kamu merokok karena rangsangan, kamu bisa merubah rutinitasmu dengan minum kopi. Atau, permen karet, atau berolahraga. jadi, tiap kali kamu memerlukan rangsangan, alihkan kebiasaan merokok dengan melakukan salah satu hal diatas. Ingat, ubah rutinitasnya saja, dan hanya lakukan satu jenis rutinitas. Jangan lupakan tanda dan ganjaran dari kebiasaan tersebut. Serta satu lagi, ketika melakukan ini, kamu harus percaya penuh kalau kamu bisa berubah dan hal itu dapat diwujudkan.


KEBIASAAN ORGANISASI YANG SUKSES
1. Kebiasaan Kunci : Kebiasaan Mana yang Paling Berarti

Kebiasaan-kebiasaan kunci menjelaskan bahwa kita tidak harus merubah semua kebiasaan melainkan hanya kepada satu atau dua kebiasaan kunci. Jika kita berniat mengubah kebiasaan kita, maka ubahlah kebiasaan kebiasaan yang sewaktu kebiasaan itu mulai berubah maka akan menciptakan pola-pola baru yang lebih baik.

Misalnya, Paul O'Neill, merubah rutinitas keselamatan pegawai dari perusahaan Alcoa yang tadinya tidak menjadi fokus dari perusahaan itu dan malah diremehkan oleh semua orang pada mulanya. Ia mengidentifikasi satu tanda sederhana : Cedera Pegawai. Ia memperkenalkan satu rutinitas otomatis : setiap ada yang cedera, presiden unit harus melaporkannya kepada O'Neill dalam 24 jam dan mempresentasikan rencana untuk memastikan cedera tidak berulang. Ganjarannya : hanya orang yang mengikuti sistem tersebut yang akan di promosikan.

2. Ketika Kekuatan Tekad Menjadi Otomatis

Kekuatan tekad bukanlah keahlian yang dimiliki orang tertentu. Kita semua memiliki kekuatan tekad, hanya kekuatan tekad sama seperti otot di lengan atau kaki kita, dia bisa lelah jika kerjanya semakin berat, sehingga ada lebih sedikit tenaga yang tersisa untuk hal-hal lain. Inilah yang kemudian menjelaskan mengapa orang kaya sering berselingkuh (yang sering dimulai larut malam, setelah seharian penuh menggunakan kekuatan tekad mereka di tempat kerja) atau mengapa dokter-dokter melakukan kesalahan bodoh (yang paling sering terjadi setelah seorang dokter menyelesaikan tugas yang panjang dan rumit, dan membutuhkan fokus yang intens).

Jadi, Bila kita menghabiskan kekuatan tekad terlalu cepat dengan mengerjakan tugas yang membosankan seperti menulis surat atau mengisi formulir pengeluaran uang yang rumit dan membosankan, seluruh kekuatan itu bakal hilang waktu kita pulang ke rumah.

Selanjutnya, untuk menjadikan kekuatan tekad menjadi otomatis, kita harus menuliskan rencana untuk mengatasi kebiasaan buruk secara terperinci. Ini membuat kita siap jika hal-hal buruk itu kemudian terjadi, sehingga kekuatan tekad kita tidak akan terkuras. Jangan lupa menuliskan halangan-halangan yang mungkin akan terjadi ketika hal buruk itu datang, dan bagaimana cara mengatasinya secara rinci.

Dalam lingkup perusahaan, kekuatan tekad ini memberikan pelajaran baru. Bahwa perusahaan harusnya berfokus pada memberikan perasaan berwenang yang lebih besar kepada pegawai. Ini karena pegawai adalah garda terdepan perusahaan yang melayani pelanggan, apabila kekuatan tekadnya sudah habis karena perasaan inferior, maka akan mempengaruhi pula pada pelayanan terhadap pelanggan yang bisa jadi tidak maksimal. Ini pada akhirnya akan menimbulkan citra buruk pula bagi perusahaan.

3. Kekuatan Krisis Dalam Mengubah Kebiasaan

Ketika sedang terjadi kekacauan, kebiasaan-kebiasaan organisasional menjadi cukup mudah diubah untuk menetapkan tanggung jawab dan menciptakan keseimbangan kekuasaan yang lebih adil. Krisis sedemikian berharga, sehingga terkadang ada baiknya untuk terus-menerus mengangkat kesadaran bahwa bencana mengintai ketimbang membiarkan kesadaran itu padam. Pemimpin yang baik akan memanfaatkan krisis untuk reka ulang kebiasaan organisasional. Dalam level individu, ini berarti suatu kesalahan dapat menjadi pelajaran yang berharga. Jadi, jika kita membuat suatu kesalahan, identifikasi kesalahan tersebut dan berikan evaluasi atasnya, agar kalau kesalahan tersebut akan atau terjadi lagi, kita akan memiliki cara-cara ampuh untuk mencegah atau mengatasinya.

4.Cara Memperkirakan dan Memanipulasi Kebiasaan

Cara membentuk kebiasaan selanjutnya adalah, ciptakan keakraban pada kebiasaan baru tersebut. Mendandani kebiasaan baru tersebut dengan pakaian yang lama, dan menjadikan yang tidak akrab menjadi seolah-olah akrab. Sebagai contoh, suatu musik baru agar bisa nempel dan diterima oleh pendengar, putar ia bersamaan dengan musik-musik yang sudah terlebih dulu populer. letakkan dia ditengah sehingga sekalipun musik itu tidak enak, pendengar akan merasa terbiasa dengan musik tersebut. Contoh lainnya, ternyata seringkali seseorang yang datang ke gim adalah untuk mencari hubungan dengan manusia, bukan dengan besi-besi. Bila kita menemukan teman di gim, lebih memungkinkan kita untuk datang ke gim di masa depan.

Jadi, bila kita mendandani sesuatu yang baru dengan kebiasaan lama, lebih mudah bagi masyarakat untuk menerimanya. Untuk memasarkan kebiasaan baru entah itu produk makanan atau skincare kita harus memahami bagaimana membuat sesuatu yang baru nampak akrab.


KEBIASAAN KOMUNITAS
1. Bagaimana Pergerakan Terjadi
  • Pergerakan bermula karena kebiasaan sosial pertemanan dan ikatan yang kuat antara kenalan-kenalan dekat
Orang yang dapat memicu pergerakan adalah orang-orang yang mempunyai ikatan-ikatan kuat (strong ties) dan hubungan langsung ke lusinan kelompok lain di daerahnya yang biasanya tidak berhubungan dengan satu sama lain. Kekuatan pertemanan ini kemudian muncul ketika suatu krisis menimpa orang tersebut.

  • Pergerakan tumbuh karena kebiasaan-kebiasaan komunitas, dan ikatan-ikatan lemah yang menyatukan lingkungan tetangga dan klan

Kemudian, rasa kewajiban yang menyatukan suatu komunitas teraktifkan karena tekanan sosial, pengaruh yang dikenal dengan nama "kekuatan ikatan lemah" yang menyebabkan jika kita tidak bergabung maka kita akan berpotensi dikucilkan.

Dengan kata lain, ini disebut sebagai tekanan kelompok (Peer Pressure). Ini adalah kebiasaan sosial yang mendorong orang untuk mengikuti apa yang diharapkan oleh kelompok. Kebiasaan-kebiasaan ini biasanya tersebar melalui ikatan-ikatan lemah. Tekanan kelompok memperoleh kewenangan melalui harapan bersama. Bila kita mengabaikan kewajiban sosial di lingkungan kamu, bila kita cuek di lingkungan sosial, kita beresiko untuk kehilangan gengsi sosial. Kita membahayakan akses kita ke banyak manfaat sosial yang diperoleh dari bergabung pada kelompok.

Dengan kata lain, bila kamu tidak menolong seorang penelepon (teman dengan ikatan lemah) yang sedang mencari kerja, ia mungkin mengeluh pada teman lain, yang mungkin menceritakan gerutuan itu kepada seseorang di suatu tempat yang ternyata klien kamu. Dengan begini jadi lebih kecil kemungkinan proyek kamu di acc karena reputasimu adalah orang yang tidak setia kawan.

  • Pergerakan bertahan karena pemimpin-pemimpin suatu pergerakan memberi para peserta kebiasaan-kebiasaan baru yang menciptakan rasa identitas yang segar dan rasa kepemilikan.
Agar berkembang menjadi sebuah kebiasaan sosial, suatu gagasan harus bisa mendorong diri sendiri. dan arah terpasti untuk mencapai itu adalah memberi orang kebiasaan-kebiasaan baru yang membantu mereka mencari tahu ke mana harus pergi sendiri.

Biasanya, baru ketika ketiga proses ini terjadi baru suatu pergerakan bisa terdorong secara mandiri dan mencapai masa kritis.

2. Apakah Kita Bertanggung Jawab Atas Kebiasaan Kita?

Kebiasaan tidak sesederhana kelihatannya. Kebiasaan bukanlah takdir. kita dapat memilih kebiasaan kita, begitu kita tahu caranya. Kebiasaan apapun bisa diubah asalkan kita tahu bagaimana kebiasaan itu berfungsi.

Tapi, untuk memodifikasi suatu kebiasaan, kita harus memutuskan untuk mengubahnya. Kita harus secara sadar melakukan kerja keras untuk mengidentifikasi segala tanda dan ganjaran yang menggerakkan rutinitas kebiasaan, dan mencari alternatifnya. Kita harus tau kita memiliki kendali dan cukup sadar diri untuk menggunakannya. Ketika kita mengetahui secara sadar suatu kebiasaan buruk, maka kita bertanggungjawab untuk merubahnya.

Jika kita yakin kita dapat berubah-bila kita manjadikannya sebuah kebiasaan, perubahan itu menjadi sungguhan. Inilah kekuatan sejati kebiasaan: wawasan bahwa kebiasaan-kebiasaan anda adalah apa yang anda pilih. begitu pilihan itu terjadi -dan menjadi otomatis- tak hanya pilihan itu nyata, melainkan juga tampak tak terelakkan, hal yang seperti menggiring kita "tanpa terelakkan menuju takdir kita, apa pun itu"

Terakhir : Panduan Untuk Menggunakan Lingkar Kebiasaan.

1. Identifikasi Rutinitas

Untuk memahami kebiasaan kamu, kamu harus mengidentifikasi komponen-komponen lingkar kebiasaanmu. Begitu kamu telah mendiagnosis lingkar kebiasaan perilaku tertentu, kamu bisa mencari cara-cara untuk menggantikan perilaku-perilaku buruk yang lama dengan rutinitas baru.

Sebagai contoh, kamu ingin mengubah kebiassaan buruk pergi ke kantin dan makan biskuit chip cokelat. Itu adalah perilaku yang ingin diubah. Rutinitasnya adalah berdiri dari meja pada sore hari, berjalan ke kantin, membeli satu biskuit chip cokelat dan makan sambil ngobrol dengan teman. Itulah rutinitasnya.

Berikutnya perhatikan, apa tanda rutinitas itu? rasa lapar? bosan? gula darah rendah? atau ingin istirahat?

Apa ganjarannya? kue? ganti pemandangan? pengalihan pikiran sementara? bergaul dengan rekan kerja? atau semburan energi yang berasal dari asupan gula dalam jumlah yang besar? jangan lupa untuk menuliskan semua hal ini dalam kertas agar tidak lupa.

2. Coba-coba dengan ganjaran

Untuk mengetahui rasa mengidam mana yang mendorong suatu kebiasaan tertentu, coba-coba gajaran ini selama beberapa hari atau seminggu. Selama periode itu, jangan merasa tertekan untuk melakukan perubahan sungguhan. Bayangkan anda seorang ilmuan yang lagi mengumpulkan data.

Setelah menguji empat atau lima ganjaran berbeda, anda bisa menggunakan trik lama untuk mencari-cari pola: setelah setiap aktivitas, tuliskan di atas selembar kertas tiga hal pertama yang terlintas di dalam pikiran anda selesai melakukan hal tersebut. Ketiga hal itu bisa jadi emosi, pemikiran acak, renungan mengenai apa yang dirasakan, atau sedakar tiga kata pertama yang muncul dalam ingatan. Alasan penting untuk menuliskan 3 hal pertama adalah agar kamu menyadari apa yang kamu pikirkan atau rasakan dan juga anntinya kamu akan lebih mudah mengingat apa yang kamu pikir atau rasakan saat itu, sebab kata-kata yang dituliskan akan memicu ingatan kembali.

Kemudian, setel alarm atau arloji di komputer atau ponsel agar berbunyi lima belas menit kemudian. Sewaktu itu berbunyi, tanya pada diri sendiri: masihkah anda merasakan dorongan untuk melakukan hal yang sama lagi? Alasan mengapa pakai alarm 15 menit adalah bila setelah 15 menit kamu masih merasakan dorongan untuk melakukan kebiasaan buruk, maka kebiasaan tersebut bukan dimotivasi oleh ganjaran yang sedang kamu terapkan. berarti kamu perlu mengubah ganjaran tersebut.

3. Temukan tanda

Untuk menemukan tanda, kita dapat mengidentifikasi kategori-kategori perilaku untuk dicermati agar dapat menemukan pola. Hampir semua tanda bagi kebiasaan dapat dikelompokkan dalam satu dari lima kategori berikut:
  • Lokasi
  • Waktu
  • Kondisi Emosional
  • Orang lain
  • Tindakan yang berlangsung tepat sebelumnya.
Jadi untuk menemukan tanda, tulislah lima hal begitu dorongan itu muncul. Sebagai contoh untuk dorongan makan biskuit coklat, Duhigg menulis catatan :
  • Di mana? duduk di meja
  • Jam berapa 3.36 sore
  • Kondisi emosional? bosan
  • Ada siapa lagi? tidak ada siapa-siapa
  • Tindakan apa yang terjadi sebelum dorongan itu? menjawab surat elektronik
Begitu seterusnya sampai hari ketiga atau ketujuh- tergantung kamu ingin mencobanya seberapa lama. Bagi Duhigg, 3 hari sudah cukup untuk menemukan tanda yang memicu kebiasaannya memakan biskuit coklat. dia ingin mengalihkan perhatian sementara, bukan lapar. Misalnya dengan pergi ke kantin dan memakan biskuit, dia dapat menemukan teman untuk bercakap-cakap. Dan kebiasaan itu terjadi antara pukul 3 dan 4.

4. Susun rencana

Begitu kamu temukan lingkar kebiasaanmu, kamu bisa mengubah perilaku itu. Dengan kata lain, kebiasaan adalah rumus yaang otak kita ikuti secara otomatis: Sewaktu aku melihat TANDA, aku akan lakukan RUTINITAS agar memperoleh GANJARAN.

untuk merekayasa ulang rumus tersebut, kita harus mulai membuat pilihan lagi, dan cara termudah untuk melakukannya adalah dengan memiliki rencana. Jadi sebagai contoh, Duhigg membuat rencana bahwa setiap hari, pada pukul 3.30, dia akan berjalan ke meja teman dan mengobrol selama 10 menit. Untuk memastikan dia ingat, da memasang arloji akan berbunyi pukul 3.30.

Rencana tersebut tidak mungkin langsung berhasil. Pasti ada saja halangan. Namun kalaupun tidak berhasil hari ini, jangan menyerah. Lakukan lagi besok. Mengubah kebiasaan bisa jadi lebih sulit. Namun kerangka kerja ini adalah titik awal. Terkadang perubahan membutuhkan wakttu lama. terkadang perubahan membutuhkan percobaan-percobaan dan kegagalan yang berulang-ulang. Namun begitu kamu memahami bagaimana kebiasaan bekerja-begitu kamu mendiagnosis tanda, rutinitas dan ganjaran- kamu pun memperoleh kuasa atasnya.

Sekian dulu ringkasan buku dariku. Ingat, ringkasan buku ini cuma sedikit tentang buku itu. Jika kalian punya dana, akan tetap lebih baik jika kalian membeli buku ini dan membacanya sendiri. untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh.

Oh iya, aku menuliskan ringkasan-ringkasan dari buku pengembangan diri yang ku baca, apa buku pengembangan diri yang ingin kamu baca ringkasannya? berikan komentarnya dibawah ya. Akan saya ringkas dan tulis kalau ada rejekinya :)


  • Share:

You Might Also Like

34 comments

  1. Waaahh, aku bacanya sambil manggut2 nih kak. Bener jugaaakk yah
    Bismillah. semoga di 2020 ini bisa meng-create habit yg lebih baik lagiii

    ReplyDelete
  2. Wah bagus banget bukunya
    Jadi pingin punya juga
    Apa nama pengarang dan beli dimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Judulnya The Power of Habit mba, karya Charles Duhigg. hayuu mba dibeli bukunya :D

      Delete
  3. Bukunya keren sekali sepertinya, karena informasi yang Mbak tulis sangat berguna serta bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa bagus banget, saya saja berulang kali membacanya, saking menariknya hehe

      Delete
  4. Saya setuju banget, kebiasaan itu besar banget pengaruhnya di kehidupan kita, dan kalau kita terbiasa melakukan hal baik, maka berbahagialah, hidup kita akan terasa lebih mudah, karena good habbit akan selalu terbawa hingga dewasa.

    Karenanya, menciptakan good habbit ada anak jadi goal utama saya di pengasuhan anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mba, semua kuncinya ada di habit, semoga berhasil yaa mba menanamkan good habit ke anaknya :)

      Delete
  5. Pesan yang tersirat adalah terus mencoba. Tau banget saya lagi galau mbak. Antara mau berhenti atau trus mencoba atau merubah kebiasaan menjaadi lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa jangan menyerah, asalkan hal itu baik, kenapa harus menyerah, kan.

      Delete
  6. Kebiasaan ini memang pengaruhnya gede banget ke khidupan yah makanya mudah2an kita semua terbiasa dengan hal baik yaa biar bisa bahagia, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminn, semoga kita semua bisa punya banyak kebiasaan baik yaa

      Delete
  7. Daku belum pernah baca bukunya kak. Namun begitu pemaparan kakak cukup menggambarkan isi bukunya yang menarik yaitu mengenai kebiasaan. Soalnya kebiasaan ini memang sangat lekat dengan keseharian kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, cuss baca bukunya mba, leebih lengkap dan mudah dipahami juga.

      Delete
  8. Huaaa tispnya bagus bgt buat di praktekkin...

    Bikin good habbit emang menantang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. menantang dan kalau berhasil bakal merubah hidup kita. pengalaman saya, menguah satuhabit saja bisa berpengaruh ke hampir semua aspek hidup, keren banget pengaruhnya.

      Delete
  9. Ya..kebiasaan kalau sudah ter-set otomatis maka klik menjadi default system dan karakter kita.
    Sama dengan kedisplinan. Bagus kalau untuk habit yang baik, giaman kalau habit itu buruk?itu ya yang bahaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, makanya diusahakan habit yang buruk itu diganti dengan habit yang baik dengan cara yg dipaparin diatas, mba:D

      Delete
  10. Lengkap sekali.. tentang habbit atau kebiasaan yg bahkan sering kali ga kita sadari apakah sudah benar atau salah dan perlu diperbaiki. Yg akhirnya nanti akan menciptakan pola keseharian kita, dan aku pikir dampaknya nanti ga hanya kita sendiri yg merasakan tapi juga org disekitar kita, kan mbak? 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, jadi sebenarnya semuanya dimulai dari diri kita sendiri. memperbaiki diri sendiri itu susah, tp kalau berhasil manfaatya sampai kemana-mana, hehe

      Delete
  11. Saya belum pernah baca buku ini, abis baca review nya makin penasaran pengen baca langsung

    ReplyDelete
  12. Good habits memang akan membawa ke good quality life ya, Mbak. Kebiasaan baik memang mesti secara konsisten ditanamkan. Lama-lama itu akan menjadi pola hidup kita dan rasanya semakin udah langkah untuk mencapai keberhasilan.

    Hihihi ... Cover bukunya nggak ikutan dimasukkan kesini ya biar tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kemarin pengen masukin foto yg bagus dari internet, tp takut kena copyright huhu. kalau di HP saya hasilnya jelek, soalnya kameranya ngga seberapa haha. nanti kalau udah beli hp baru bakal saya update deh postnya beserta dengan cover bukunya hehe

      Delete
  13. Ulasannya lengkap banget mbak. Jadi pengen baca bukunya juga. Karena ada beberapa kebiasaan yang sepertinya mesti diperbaiki terutama kemalasan memakai skincare padahal mukanku dah hancur. xixix...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah sama nih, pejuang skincare haha. hayu mba dibaca ukunya, bermanfaat banget. pakai pola yg dikasih tau diatas, insyaa Allah bisa melatih habit jadi lebih baik :D

      Delete
  14. Aku sudah baca Seni Bersikap Bodo Amat...sepertinya buku The Power of Habit mesti dibaca juga untuk melengkapinya. Makasih ringkasannya Mbak..aku selalu suka buku pengembangan diri seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, bagus banget banget bukunya mba, mesti beli deh, ilmunya bakal kepake banget

      Delete
  15. Lengkap dan panjang ulasannya ya Mbak. Bukunya lebih detail lagi kali ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa lebih detail bukunya. dan setidaknya lebih mudah dipahami serta bisa di praktekin langsung. :)

      Delete
  16. Terima kasih sharingnya mbak. Saya masih banyak kebiasaan buruknya nih. Seperti sering menunda-nunda pekerjaan, sering ngaret, dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa sama-sama, semoga kebiasaan buruknya di tahun ini bisa jadi kebiasaan baik yaa, mba :D

      Delete
  17. Ilmu baru bagi sya nih mbak

    Thanks banget!

    Terkadang agak keteteran juga sih kalw rutinitas sidah terganggu dengan hal hal darurat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, saya juga sangat terbantu dengaan cara-cara ini, semoga bermanfaat yaah :)

      Delete